Kau semakin membias
30 Desember, 2010
haruskah ku berteriak kepada pagi saat kubuka mata, siang saat penatku datang, sore saat kemalasanku menumpuk, malam saat berteman dengan senyap dan hening.. -aku ingin menggapaimu-
namun nampaknya kau semakin membias tanpa menengokan lagi wajahmu, berlari seperti angin yg henyap, sekejap. -tak mampu lagi ku mengejarmu-
dipenghujung desember ’10
disaat aku rindu
20 Desember, 2010
aku ingin kau jejali lagi telingaku dengan cerita2 mu..
aku ingin mendengar lg canda tawa mu di malam2 sepiku..
saat ini hanya gumaman televisi yg kudengar
saat ini hanya deru suara laptop membatu ditelingaku..
aku mohon pinguinku, kotak musikku, bsmku, seaworldku..
berguraulah lagi dengan xtrail2 mu..
aku menunggu, walau hanya dengan suaramu yg merdu itu..
[191210]
aku ingin disana saat ini
20 Desember, 2010
aku ingin disana saat ini..
angin andai kau dapat menolongku membawakan setangkai rindu untuknya..
atau membawaku terbang bersama awan2 itu melawati batas dari ruang ini..
itu inginku, andai kau tau tidak berdayanya aku..
[181210]
saat panorama hidup
19 Desember, 2010
saat panorama hidup itu penuh dengan kabut hitam
gusar ragu atas jejak langkah kaki yg menapaki ketidakpastian
tak ada hembusan kesejukan yg menggoyahkan rasa hangat ini
alunan lagu-pun memberikan irisan2 kecil dalam rasa kedamaian
[211110]
mengagumi bait-baitnya..
19 Desember, 2010
Walau ulasan ini telah usang dilipatan kata2 Sapardi, tetap saja saya mengagumi bait-baitnya..
“Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu..
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..”
Namun pertanyaannya Sesederhanakah itu?
statusku malam sabtu
4 Desember, 2010
berbincang dengan gerimis, dimalam yg senyap ini.
tentang suatu hari, kita pernah bersama.
antara aku.. hujan.. dan dirinya, ya.. disenja itu.
[031210]
membeku.. membisu..
4 Desember, 2010
hari ini membeku
hampanya waktu sedang bertamu
aku ruang dan waktu
semua yg tampak hanya itu
hari ini membisu
membungkus kenangan waktu itu
kamu ruang dan waktu
membeku dan membisu
[301110]
malam setengah satu berfikir tentang rasa…
4 Desember, 2010
kau semakin tak nampak diantara waktu dan jarak yg menjelma menjadi kabut memburamkan pandangan hingga akhirnya kaupun menghilang.
aku merasakannya..
[131110]
pagi diawal november ’10
4 Desember, 2010
hidup tp mati..
mati tapi hidup..
tak ada rasa tak ada asa..
sperti boneka yg sedang berjalan, berfikir, bekerja, makan, tidur, bangun..
terus menerus seperti itu..
kehidupan yg membuat mati
tanpa ada hidup tak mungkin ada mati..
kematian yg membuat hidup
tanpa ada mati tak mungkin ada hidup..
atau mungkin sendiri?
malam ini aku ingin terjaga dan berbincang dengan tuhan…
4 Desember, 2010
aku ini rapuh.. untuk berpijak saja tak mampu, tp aku tetap berusaha berjalan, memapah tekadku memegang ranting2 takdirNya..
saat ini aku dalam renungan malam hening dikelilingi kepulan asap yg menuntunku dalam sebuah kisah hari per hari yg telah aku pijakan di alam ini…
aku ingin terbang tuhan.. menuju sebuah nirwana diangkasa sana.. menikmati taman firdaus yg terindah sealam jagad ini.. bukan, bukan surga maksudku.. tapi ketenangan dan kedamaian dalam cinta dan kasih-Mu.. bukan, bukan angkasa di langit sana tapi di cakrawala hati yg takterbatas luasnya…
namun aku rapuh.. saat ini jangan kan untuk terbang, berpijak saja aku tenggelam dan tak bisa bernafas hingga aku tak mampu untuk keluar kedaratan…
menurutku aku butuh seseorang tuhan.. yg bisa memegang tangan, tubuhku, menyentuh wajahku.. hingga aku tak terus tenggelam dan mati dikehidupan ini.. aku butuh seseorang dengan jasad dan jiwanya untuk menemaniku terbang tuhan, Karena aku tahu Kau Tuhanku bukan Jesus yg punya roh dan raga..
itu menurutku tuhan.. kalau memang itu bkn yg terbaik bagiku lantas apaa tuhann?? mati dan tenggelamkah yg terbaik untukku..
maafkan aku tuhan, karena itu yg aku mengerti tentang hidupku saat ini…
aku ini rapuh tuhan tanpa diriMu..
[231010]
